Dubai adalah satu dari tujuh emirat dari Uni Amirat Arab (UAE). Yang berlokasi di
selatan Teluk Persia di semenanjung Arabia dan memiliki populasi penduduk terbesar
dengan luas wilayah terluas kedua di seluruh emirat, setelah Abu dhabi. Dubai dan
Abu dhabi yang memiliki kekuatan veto terhadap permasalahan di Uni Arab.
Saat ini, Dubai telah menjadi sebuah kota glbal dan pusat bisnis. Walaupun
perekonomian Dubai terbangun dari industri pertambangan minyaknya, sekarang ini
Dubai menjadi kerajaan bisnis, hampir sama dengan negara-negara barat, dalam
perekonomiannya, Dubai membuat para wisatawan untuk datang dan melihat seperti apa
Dubai saat ini, yang menyajikan real estate, pelayanan keuangan yang aman. Dubai
telah menyajikan hal-hal menarik terhadap perhatian dunia dengan membuat inovasi
besar terhadap pembangunan tata ruang dan kegiatan olahraga dengan kelas
internasional. Ini meningkatkan ketertarikan terhadap para pekerja dan persoalan hak
asasi manusia yang selama ini terperangkap di Asia selatan. Pasar properti Dubai
dipercayakan terhadap orang-orang profesional yang mana proses pembangunannya
berjalan di tahun 2008 hingga 2009 sebagai hasil dari perluasan sektor ekonomi yang
pernah turun dikarenakan krisi ekonomi di tahun 2007.
Obyek wisata merupakan bagian terpenting dari strategi pemerintah Dubai untuk
menjaga arus keuntungan dari wisatawan luar negeri terhadap dubai. Dubai berusaha
menarik para wisatawan dengan media pusat pembelanjaan, tetapi juga dengan
menyajikan warisan budaya berupa peninggala sejarahnya dan daya tarik modernnya.
Perjalanan ke Dubai dengan menggunakan transportasi darat akan membutuhkan banyak
waktu. Para ahli Arkeologi berpendapat bahwa, selama empat ribu tahun yang lau,
sekelompok nelayan kecil tinggal di sepanjang pantai teluk Arabia dalam kebudayaan
modern Dubai. Hal ini juga dipercaya bahwa terjadi pada jalur perdagangan masa lalu
antara mesopotamia dan Lembah Hindia yang mana membutuhkan waktu yang lama dan
padat. Di beberapa tahun belakangan ini, Para arkeolog telah menemukan ratusan
artifak, termasuk tembikar, senjata dan cetakan uang logam, yang menunjukkan
terdapat sisa-sisa keihidupan masyarakat di abad ke 3 S.M. Hasil sejarah ini
disimpan dan sekarang diletakkan di Museum Dubai. Dubai Modern, bagaimanapun, masih
menyisakan bukti-bukti kebudayaan tahun 1830an. Di saat itu, desa nelayan yang
terletak di semenanjung Shindagha di mulut sungai telah dibangun oleh suku Bani Yas,
bangsa asli dari Liwa yang menuju ke selatan, dipimpin oleh keluarga Maktoum yang
telah menjalankan aturan kerajaan sekarang. |